Masih Tentang Rohingya

488101_3386396740951_2066193476_n

“Anak-anak dibakar di depan ibunya” demikian judul berita di sebuah mediaonline yang saya baca pagi ini. Baiklah, mungkin datanya kurang valid, tapi bagaimana jika berita itu ditulis oleh beberapa media masa yang terverifikasi semisal Republika, atau media lokal di sana yang melihat faktanya secara langsung mengenai apa yang sesungguhnya terjadi? Bahwa saat ini muslim Rohingya tengah ditindas, bahwa ini dilakukan oleh teroris karena melakukan teror terutama kepada wanita dan anak-anak. Ups, saya lupa bahwa teroris hanya lekat dengan Islam, meski seringkali tak terbukti bahwa umat Islam pelakunya, pokoknya yowis Islam teroris yang lain bukan!

Rohingya…adalah kelompok muslim minoritas yang kurang seksi untuk dipublikasikan media internasional, saat ini mereka kembali mengalami intimidasi dan banyak yang meregang nyawa. Setidaknya 60 warga yang kebanyakan perempuan dan anak-anak tewas dengan kondisi yang menenaskan, mereka terbakar (baca:dibakar) oleh militer Myanmar dengan dalih memerangi muslim radikal yang nyatanya tak terbukti hingga saat ini. Bagaimana bisa disebut radikal, kalau untuk melindungi diri saja mereka sudah tidak sanggup. Benar-benar tuduhan yang mengada-ada. Saya jadi teringat empat tahun lalu, dimana Allah mempertemukan langsung dengan muslim Rohingya yang berhasil mendapatkan suaka ke Amerika. Tidak mudah, karena perjalanan yang begitu panjang dan melelahkan. Begini kurang lebih ceritanya.

Continue reading

Advertisements

Mencicipi Masakan ala Turki

002

Siang ini,  saya dan sikecil berkesempatan untuk main kerumah salah satu sahabat saya, sesama penghuni apartemen. Sebelumnya melalui pesan di facebook, sahabat saya ini mengabarkan akan membuat makanan khas negaranya, dan belajar menjahit bersama. Sayangnya kehadiran saya terlambat satu jam, karena pagi harinya kulkas dirumah tiba-tiba mati, jadilah saya harus menunggu hingga selesai diperbaiki.

Sahabat saya ini berasal dari Turki, dan saat saya tiba dirumahnya sudah ada beberapa teman-teman  Turki lainnya, Palestine dan satu dari Uighur. Begitu saya datang, sudah disambut dengan hidangan pembuka berupa sup yang dicampur dengan pasta, cara makannya di’cocol’ dengan roti, dan karena lapar, piring saya bersih dalam sekejap. Hidangan selanjutnya berupa makanan utama, terdiri dari nasi putih, daging sapi yang digodog selama 3 jam, tumisan ala turki dan salad, inipun habis dalam waktu sepuluh menit saja. Continue reading

Jalan-jalan ke Main Street dan Hari Valentine

 

427240_2575627312222_1175496262_n

Acara pertemuan dikelas International wives kemarin, ternyata menyisakan cerita. Hari itu kami membahas tentang hari Valentine. Sayangnya saya telat hadir sekitar 10 menit, jadi tidak ikut mendengarkan, apakah setiap negara merayakannya atau tidak. Tapi saya cukup beruntung ketika datang, para ibu koordinator yang notabene merupakan native Amerika, menanyakan kepada saya, apakah dinegara saya merayakan Valentine atau tidak. Saya bicara terus terang, dan satu catatan disaya bahwa orang-orang bule ditempat saya khususnya, akan lebih respect jika kita terus terang. Jadi teringat kisah teman Malaysia saya minggu lalu, ketika dia diundang makan, sempat memberikan list makanan yang tidak boleh dia makan, dan selanjutnya di dinner-dinner berikutnya, tidak ada makanan yang ada dalam list, bahkan tuan rumah yang nota bene native Logan Amerika ini menanyakan hal-hal apa saja yang tidak boleh dilakukan, dan tidak boleh dimakan,maka mereka akan hormati hal itu. Continue reading

Kerudung Konservatif

Sudah sejak sebulan lalu, saya dan si kecil mempersiapkan kado untuk anak perempuan tetangga kami, yang kebetulan berulang tahun di penghujung bulan April. Bukan apa-apa, tapi sengaja saya beli diawal agar tidak lupa, dan anggrannya tidak terpakai kemana-mana. Sebenarnya acaranya tidak menggambarkan ulang tahun sama sekali, tidak ada tiup lilin, kue, bahkan tak ada nyanyian. Acara cuma makan-makan, tamunya hanya empat orang ibu-ibu cantik, yang didominasi American native, saya dan satu ibu yang berasal dari Nepal.

Lokasi acara berada di taman belakang, dan ternyata tidak hanya grup kami yang ada disana, sekelompok bapak-bapak dari timur tengah tampaknya juga tengah asyik berbicara, sambil sesekali melihat anak-anak mereka yang membaur dengan anak-anak kami. Sore itu sungguh seru dan ramai, membuat saya tak sadar ternyata waktu menunjukkan pukul 7, yang berarti magrib akan segera tiba. Continue reading

Ide Basi Irshad Manji

Tahun 2012 lalu, tulisan ini dibuat. Makanya presidennya masih Obama, tapi isinya masih relevan, hanya faktanya yang perlu diupdate seiring perkembangan zaman yang makin edan. Well, happy reading!

**********************************************************************

Presiden Amerika Serikat, Barack Obama memberikan pernyataan yang cukup mengejutkan terkait dukungannya terhadap LGBT. Hal ini tentu saja disambut baik, bagi pegiat LGBT, apalagi delapan negara bagian telah mensahkannya melalui undang-undang. LGBT atau dikenal dengan Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender ini tampaknya tengah mengemuka, tak hanya di Amerika Serikat, Indonesia belum lama ini juga kedatangan pegiat LGBT asal Kanada, Irhad Manji. Dengan dalih mempromosikan bukunya yang berjudul Allah, Liberty and Love ( belakangan juga menyediakan ebooknya, dan sudah diterjemahkan pula ke dalam bahasa indonesia), Irshad Manji tampaknya sangat percaya diri, bahwa dirinya akan diterima dengan lapang dada oleh masyarakat Indonesia. Dugaannya tentu saja meleset, karena beberapa kali acara bedah buku yang digelar, dibatalkan oleh fihak yang berwenang. Continue reading